PENETAPAN KUOSIEN RESPIRASI JARINGAN TUMBUHAN

Nama               : Issanto Putra                         Tanggal Praktikum : 10 Maret 2010

NRP                : G34080103                           Bahan Tanaman      : Phaseolus radiatus

Mayor              : Biologi                                  Nama Asisten          : Dedi Syahputra

Kelompok       :02                                                                              Ningsih Amelia

PENETAPAN KUOSIEN RESPIRASI JARINGAN TUMBUHAN

I. Tujuan

Menetapkan laju respirasi dan kuosien respirasi kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus).

II. Pendahuluan

Fotosintesis  menyediakan molekul organik yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan mahluk hidup lainnya.  Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi . Respirasi dan metabolisme karbon yang terkait di dalamnya melepas energi yang tersimpan di dalam senyawa karbon dengan cara yang terkontrol untuk digunakan oleh sel.  Pada waktu yang bersamaan, respirasi menghasilkan banyak senyawa karbon yang dibutuhkan sebagai prekursor untuk biosintesis senyawa organik lainnya.  Respirasi aerob merupakan proses yang umum terjadi dalam hampir semua organisme eukariot, dan secara umum proses respirasi di dalam tumbuhan mirip dengan apa yang dijumpai di dalam hewan dan eukoriot tingkat rendah, tetapi beberapa aspek khusus dari respirasi tumbuhan membedakannya dari respirasi hewan.  Respirasi aerob adalah proses biologi yang memobilisasi dan mengoksidasi molekul organik secara terkontrol.  Selama respirasi, energi bebas dilepas dan disimpan sementara dalam bentuk ATP yang siap digunakan untuk aktifitas sel dan perkembangan tumbuhan (Tjitrosomo 1987).

Proses respirasi diawali dengan adanya penangkapan O2 dari lingkungan. Oksigen yang digunakan dalam respirasi masuk ke dalam setiap sel tumbuhan dengan jalan difusi melalui ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma dan membran sel. Demikian juga halnya dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdifusi ke luar sel dan masuk ke dalam ruang antar sel. Sedangkan untuk menghitung respirasi dapat menggunakan koefisian respirasi (KR), yaitu perbandingan CO2 dengan O2 (Kamariyani 1984).

Perbedaan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang digunakan biasa dikenal dengan Respiratory Ratio atau Respiratory Quotient dan disingkat RQ. Nilai RQ ini tergantung pada bahan atau subtrat untuk respirasi dan sempurna atau tidaknya proses respirasi tersebut dengan kondisi lainnya (Simbolon, 1989).

III. Hasil Pengamatan

Da = 8 mm                                                               Db = 5 mm

Pa =760 –      = 759,38 mmHg                                Pb = 760 –  = 759,615 mmHg

Va = 3,14 x 0,52 x 8 =             6,28 mm3 Vb = 3,14 x 0,52 x 5 = 3,925 mm3

Vt = 250 ml = 2,5 x 105 mm3 Vt = 250 ml = = 2,5 x 105 mm3

V1 = (Vt – Va) (760 –                                           V2 = (Vt – Vb) (760 –

760                                                                                760

= (2,5 x 105 – 6,28) (759,38)                                     = (2,5 x 105 – 3,925) (759,615)

760                                                                           760

= 249.793,06 mm3 = 249.871,08 mm3

Va’ = Vt – V1 = 2,5 x 105 – 249.793,06              Vb’ = Vt – V2 = 2,5 x 105–249.871,08

=  206,94 mm3 = 128,92 mm3

Vol O2 = Vb’ = 128,92 mm3

Vol CO2 = Vb’ – Va’ =128,92 –206,94 = -78,02 mm3 = 78,02 mm3

Laju Respirasi CO2 = Vol CO2/ gram  =78,02 mm3/15 gram  = 0,086 mm3/g/menit

Waktu                     60 menit

Laju Respirasi O2 = Vol O2/ gram  = 128,92 mm3/15 gram  = 1,719 mm3/g/menit

Waktu                      5 menit

KR = vol CO2 =  78,02 mm3 =  0,6

vol O2 128,92 mm3

Keterangan :

Va : Volume dalam pipa kapiler pada akhir percobaan, sebelum ditumpahkan.

Da : Jarak permukaan cairan pipa di atas permukaan cairan dalam gelas piala sebelum NaOH ditumpahkan.

Vb : Volume dalam pipa sesudah NaOH ditumpahkan

Db : Jarak permukaan cairan pipa di atas permukaan cairan dalam gelas piala setelah NaOH ditumpahkan.

Vt : Volume total air, dianggap sama dengan volume labu Erlenmeyer (250 ml).

IV. Pembahasan

Kecambah melakukan pernapasan untuk mendapatkan energi yang dilakukan dengan melibatkan gas oksigen (O2) sebagai bahan yang diserap atau diperlukan dan menghasilkan gas karbondioksida (CO2), air (H2O) dan sejumlah energi. Percobaan kali ini dilakukan untuk mengetahui laju respirasi dan menentukan kuosien respirasi dari tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus). Pada dasarnya, proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energi yang digunakan dalam metabolisme dan proses pertumbuhan serta perkembangan untuk menjadi sebuah tanaman dewasa. Semakin besar suatu tanaman, maka makin besar pula kebutuhannya akan energi sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang banyak pula. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi suatu organisme antara lain: umur atau usia organisme tersebut, bobot dari kegiatan yang dilakukan, ukuran organisme itu sendiri, keadaan lingkungan sekitar, serta cahaya juga mempengaruhi rata-rata pernapasan (Dwidjoseputro  1986).

Koesien  respirasi (KR) ialah rasio molekul (volume) CO2 yang dilepaskan oleh jaringan pada periode waktu tertentu dan molekul (volume) O2 yang diambil (Tjondronegoro 2010). Besar kecilnya nilai koesien respirasi ini dipengaruhi oleh bahan atau subtrat untuk respirasi dan sempurna atau tidaknya proses respirasi tersebut dengan kondisi lainnya (Simbolon, 1989). Setelah dilakukan pengamatan dan perhitungan, maka didapatkan beberapa data yaitu nilai Da sebesar 8 mm dan nilai Db sebesar 5 mm. nilai Da dan Db berbeda untuk setiap kelompok, hal ini dipengaruhi oleh banyak sedikitnya kecambah kacang hijau yang berada dalam tabung. Umumnya nilai Db lebih besar dibandingkan dengan nilai Da karena saat NaOH ditumpahkan, maka laju dari kenaikan cairan Metil Biru didalam pipa kapiler akan semakin cepat dibandingkan sebelum penumpahan NaOH.

Hasil dari perhitungan selanjutnya yaitu  volume dari CO2 adalah 78,02 mm3 dan volume O sebesar 128,92 mm3 sehingga dapat diketahui nilai koesien respirasinya (KR) sebesar 0,6. Laju respirasi yang telah berhasil dihitung yaitu terdiri atas laju respirasi O2 sebesar 1,719 mm3/g/menit dan laju respirasi CO2 sebesar 0,086 mm3/g/menit. Kacang hijau yang memiliki cadangan makanan utama berupa pati (karbohidrat) seharusnya memiliki nilai KR sama atau mendekati nilai KR karbohidrat. Namun dari hasil perhitungan, nilai KR kacang hijau berbeda dengan nilai KR karbohidrat yaitu 1 akan tetapi lebih mendekati nilai KR dari asam lemak yaitu 0,7. Hal tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kurang cermatnya praktikan dalam melihat metil biru dalam larutan krebs yang digunakan sebagai patokan dalam perhitungan, sehingga data  dari Da dan Db yang diperoleh kurang valid. Hal lain yang menjadi faktor kegagalan yaitu kurangnya keterampilan dan kemampuan praktikan dalam melakukan percobaan dan mengamati perubahan yang terjadi serta kesalahan dari alat-alat yang memang sudah cukup memiliki umur yang lama sehingga ketepatan dan kualitas alat-alat yang digunakan berkurang.

V. Kesimpulan

Laju respirasi CO2 dari Phaseolus radiatus sebesar 0,086 mm3/g/menit, laju respirasi O2 sebesar 1,719 mm3/g/menit dan kuosien respirasinya sebesar 0,6. Proses respirasi menyerap O2 dan menghasilkan CO2. Kuosien respirasi memberi petunjuk tentang jenis substrat yang dioksidasikan dan jenis metabolisme yang sedang berlangsung.

VI. Daftar Pustaka

Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Kamariyani. 1994. Fisologi Pasca Panen. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.

Tjitrosomo.1987. Botani Umum 2. Bandung: Penerbit Angkasa.

Tjondronegoro dkk. 2010. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Bogor: Biologi FMIPA IPB Bogor.

VII. Jawaban Pertanyaan

  1. Substrat apakah yang direspirasikan dalam kecambah yang digunakan dalam percobaan ini?

Asam lemak (menurut hasil percobaan) karena Asam lemak, nilai KRnya 0,7, mendekati 0,6.

  1. Apakah artinya penetapan nilai KR dalam memepelajari aktifitas respirasi jaringan tumbuhan?

Dengan diperoleh nilai KR, memberi petunjuk tentang jenis substrat yang dioksidasikan  dan jenis metabolisme yang sedang berlangsung.

  1. Jika substrat respirasi adalah C4H6O2, tentukan nilai KR jika terjadi respirasi lengkap!

H­­6O2 + 4,5 O2 4 CO­2 + 3 H2O + Energi

KR =  CO­2 / O­2 = 4 / 4,5 = 0,89

  1. Tentukan juga nilai KR jika substrat respirasi adalah C18H34O2!

18H­­342 + 25,5 O2 18 CO2 + 17 H2O + Energi

KR = CO2 / O 2=  18 / 25,5 = 0,7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: